Kamaruddin Sebut Permintaan Maaf Sambo dan Putri Hanya Skenario: Itu Tidak Alami

Terkini.id, Jakarta - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menilai bahwa permintaan maaf yang disampaikan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kepada keluarga Brigadir J hanyalah skenario.

Seperti yang diketahui, kalau Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi meminta maaf secara langsung kepada keluarga Brigadir J saat dalam sidang dugaan pembunuhan berencana di hari Selasa 1 November 2022.

Kamaruddin menilai permohonan maaf dari Sambo dan istrinya itu sangatlah tidak alami. Menurutnya itu hanya sebuah rancangan yang turut dihafalkan, bukan tulus dari dalam hati.

"Saya melihat itu tidak alami, itu hafalan dan sudah ditulis di kertas," ungkap Kamaruddin, dilansir dari kanal Youtube MetroTvNews, dilihat Sabtu 5 November 2022, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id.

Kamaruddin menilai, permintaan maaf yang diungkapkan Sambo dan Putri Candrawathi itu merupakan skenario pengacaranya. Sehingga kedua terdakwa itu hanya tinggal membacanya saja.

"Apa yang diucakapan oleh Ferdy Sambo, dengan apa yang diucapkan oleh Putri, itu skenario pengacaranya, sudah ditulis dan tinggal membacakan,” terang Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin menuturkan, seseorang yang tulus meminta maaf dapat dilihat dari bagaimana cara orang itu menyampaikannya.

Kamaruddin Simanjuntak memberikan contoh, seperti yang dilakukan oleh Bahrada Richard Eleizer alias Bharada E.

Bharada E lebih dulu meminta maaf kepada keluarga Brigadir J khususnya terhadap kedua orang tuanya.

"Kalau orang meminta maaf itu harus dari lubuk yang paling dalam dan spontan. Contohnya Bharada Richard Eleizer, dia tulus. Makanya, sejak saya lihat wajahnya pertama kali walaupun saya meminta menjadikan dia tersangka, ini wajah orang baik. Saya minta keluarga buat ampuni dia," ungkap Kamaruddin.